Symantec Keluarkan Dana Rp30,8 Triliun Demi Beli LifeLock

Symantec berujar, mereka akan mengakuisisi perusahaan layanan perlindungan pencurian identitas, LifeLock senilai USD2.3 miliar (Rp30,8 triliun). Tujuannya adalah untuk meningkatkan penjualan unit keamanan siber Norton miliknya.

Software keamanan milik Symantec biasanya dijual sebagai paket dalam PC. Mengingat penjualan PC seperti terus turun, penjualan Norton juga ikut menurun meski unit ini masih menghasilkan untung.

Symantec Keluarkan Dana Rp30,8 Triliun Demi Beli LifeLock

“Seiring dengan menciutnya pasar PC, penjualan Norton juga terus menurun. Akuisisi ini akan memberikan pendapatan sebesar USD660 juta (Rp8,8 triliun) untuk bisnis konsumen dan membuatnya kembali dapat tumbuh,” ujar CEO Symantec, Greg Clark dalam sebuah wawancara, sama dengan seperti dikutip dari Reuters.

Akuisisi LifeLock oleh Symatec sejalan dengan rencananya untuk memperkaya produk seperti mereka tawarkan. Pada bulan Agustus lalu, Symantec membeli Blue Coat, seperti membantu perusahaan-perusahaan untuk menjaga keamanan siber mereka.

Akuisisi Blue Coat bernilai USD4.65 miliar (Rp62,2 triliun). Sebelum menjabat sebagai CEO Symantec, Clark bekerja di Blue Coat.

Bermarkas di Tempe, Arizona, LifeLock menawarkan berbagai layanan sama dengan memonitor pembukaan akun baru dan pendaftaran terkait kredit sehingga mereka dapat memeringati pengguna pada saat identitas online mereka digunakan tanpa izin. LifeLock juga bekerja sama dengan badan pemerintah, penjual dan pemberi kredit untuk melakukan mediasi saat terjadi pencurian identitas.

Executive Vice Presdient of Norton Business Unit, Fran Rosch berujar, Symantec memang telah bermain dalam pasar keamanan identitas online, tapi tak mempunyai jangkauan seluas LifeLock, seperti mempunyai pengguna 4,4 juta orang.