Pihak Polisi Masih Mengejar Kakak Adik Kabur Yang Berhasil Kabur Dari Sel

Jakarta – Kini Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut telah mengeluarkan surat Daftar Pencarian Orang (DPO) kepada dua orang tahanan yang berhasilkabur dari sel tahanan Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pancur Batu. Dimana Kedua orang tahanan dalam kasus pencurian yang merupakan kakak beradik itu kabur dengan cara menjebol plafon sel.

“Kita sudah terbitkan surat DPO kedua tersangka yang bernama Muhammad Yusuf serta Irwansyah. Dimana Keduanya adalah kakak adik yang berasal dari Aceh dan terlibat dalam kasus pencurian untuk spesialis rumah mewah,” ujar Kasi Penkum Kejati Sumut, Sumanggar, hari Rabu 2 Agustus 2017.

Pihak Polisi Masih Mengejar Kakak Adik Kabur Yang Berhasil Kabur Dari Sel

Ada 6 hal yang kalian Alami pada Berusia 30 Tahun Sumanggar mengatakan, bahwa kasus tahanan kabur itu telah terjadi pada hari Selasa 1 Agustus 2017 pada pukul 13.00 WIB. Kejadian tersebut berawal pada saat seorang personel Polsek Biru-biru telah melakukan penyerahan tahap ke dua tersangka serta barang bukti dan berkas perkara ke Kantor Cabang Kejaksaan Negeri Pancur Batu.

Kini keduanya lantas dijebloskan langsung ke ruang tahanan sementara Kejaksaan. Namun tiba-tiba, seorang tahanan dalam kasus narkoba yang berada dalam satu sel itu berteriak memanggil petugas. Tahanan itu telah menyebutkan bahwa ada dua rang tersangka kabur.

“Ternyata tahanan sudah kabur dengan merusak plafon serta lari menuju belakang kantor. Saat itu sel memang tak dijaga petugas,” ujarnya.

Menurut Sumanggar, kini kejaksaan sudah berkordinasi dengan pihak Polsek Deli Tua serta Pancur Batu untuk mencari kedua orang tersangka. Kini Dia membantah kaburnya 2 orang tersangka lantaran kelalaian petugas. Kini Kasus kaburnya kedua tahanan itu menjadi tanggungjawab Kejaksaan Negeri Pancur Batu.

“Menurut info yang kami dapat, petugas dan jaksa yang menerima tahanan telah melakukan SOP. Jadi tak ada kelalaian. Ke 2 orang tersangka kabur karena keadaan sel nya yang tak memungkinkan. Jaksa Penuntut Umum yang kini sedang menangani kasus ini atas nama Dona Martinus dan Hamidah,” ujarnya.