Perihal Tentang Kebencian Menyusut 50 Persen

Polri tengah rajin-rajinnya mengusut kataan kebencian, dan hoax. Salah satunya kelompok Saracen. Kelompok ini disinyalir secara teroganisir melakukan perbuatan kataan kebencian.

Empat orang berinisial JAS, MTF, SRN dan AD dicokok. Ketiganya ditangkap karena diduga bagian dari organisasi tersebut. Efek dominonya, kataan kebencian, SARA dan hoax di media sosial menyusut hingga 50 persen.

Perihal Tentang Kebencian Menyusut 50 Persen

Berikut petikan wawancara Metrotvnews.com dengan Divhumas Polri Kombes Slamet Pribadi, belum lama ini.

Seberapa banyak kataan kebencian, SARA dan hoax di media sosial di Indonesia?

Kalau kataan kebencian banyak sekali di Indonesia. Tapi seperti jelas estimasi pada saat Saracen ditindak, itu 40-50 persen kataan kebencian berkurang. Apakah karena Saracen, atau pendindakan ini menimbulkan dampak presensi umum.

Ada berapa jaringan seperti mirip dengan Saracen di Indonesia?

Belum bisa kami sampaikan. seperti jelas banyak sekali. Di kepolisian ada Cyber patrol. Itu tugas teman-teman dari cyber crime.

Soal Saracen ditangkap satu orang lagi atas nama AD, ibu rumah tangga seperti sedang nginep di rumah keluarganya di asrama kepolisan. Home base-nya itu di Sulawesi Utara. Sekarang masih didalami penyidik. Penyidik dari awal berkomitmen untuk bekerja sama dengan PPATK. memang ada sistem dalam penyidikan seperti modern. memadukan digital forensi atau software analisis dengan analisis transaksi seperti mencurigakan.