Panpel Berharap Penonton Bisa Tertib Bila di Istora

PBSI akan menggelar turnamen Indonesia Master di Istora pada 23-28 Januari mendatang. Event tersebut merupakan debut pertama bagi Istora untuk menjadi tuan rumah sejak seluruh aktifitasnya dihentikan karena renovasi pada 2016 lalu.

Panitia Pelaksana (Panpel) sangat semringah melihat perubahan wajah Istora. Mereka kagum dengan tempat duduk yang tadinya hanya kayu memanjang berubah menjadi single seat (bangku tunggal). Kemudian, ada ruangan penunjang yang lebih modern, serta berbagai perubahan lainnya.

Hanya satu yang dikhawatirkan Panpel setelah Istora benar-benar telah selesai direnovasi. Mereka takut perubahan itu malah dirusak oleh penonton tak bertanggung jawab atau sama seperti yang terjadi saat SUGBK menggelar laga perdananya seusai renovasi pada akhir pekan lalu.

“Harapan saya yang paling utama agar penonton bisa sopan dan jangan sampai bikin rusak berbagai fasilitas yang ada di sini,” ujar Asisten Manajer Pertandingan Indonesia Master 2018 saat memantau renovasi Istora, Jumat 19 Januari 2018.

“Kami inginnya penonton yang datang adalah penonton yang mengerti bahwa Istora ini adalah fasilitas negara yang harus dijaga bersama-sama,” tambahnya.

“Saya tahu, bangku baru SUGBK banyak yang rusak setelah pertandingan timnas kemarin. Saya tak mau itu terjadi juga di Istora. Biaya sewa di sini sangat mahal juga soalnya,” lanjut Mimi.

Kesiapan Istora untuk menggelar Indonesia Master 2018 tinggal tersisa 80 persen. Soal lapangan dan tribun penonton sudah bukan kendala utama. Panpel hanya tinggal menggeber kesiapan fasilitas ruangan penunjang seperti toilet, media center, ruang ganti, serta beberapa ruangan lainnya.

Satu sektor yang belum bisa digubah dalam waktu dekat ini hanya halaman disekitar lantai dasar Istora yang masih dipenuhi bahan-bahan bangunan. Oleh karena itu, nantinya area parkir motor akan dialihkan sedikit keluar dari Istora dan booth pedagang akan dinaikkan ke lantai satu.