Orang Tua Harus Tau Mengenai Jantung Anak Sejak Didalam Kandungan

Para orang tua yang tengah menanti kehadiran jabang bayi mereka diharapkan sadar dengan kesehatan jantung anak. Sejak usia kandungan 20 minggu, jantung janin sudah berdetak.

Orang Tua Harus Tau Mengenai Jantung Anak Sejak Didalam Kandungan

“Biasanya ibu-ibu datang ke dokter hanya untuk pemeriksaan perkembangan janin tapi tidak menanyakan terkait jantung janin. Seharusnya ditanyakan detak jantungnya bagus apa nggak,” beber Wakil Ketua little heart community (LHC) Raydanni di area patung Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, Minggu, 28 Januari 2018.

Raydanni menuturkan, jika ditanyakan perihal jantung bayi maka dokter akan memberikan penjelasan. Dokter, kata dia, bakal memberitahu ruangan-ruangan jantung bayi bagus atau tidak, terbentuk dengan baik atau tidak, serta posisi jantung dengan perut bagus atau tidak.

“Nah, kalau memang sudah ada kelainan jantung kita tidak bisa apa-apa. (Tapi) minimal ada persiapan dari orang tuanya,” tambah dia.

Dia bilang anak dengan PJB harus melahirkan di rumah sakit yang ada intensive care unit. Sebab, kondisi anak dengan penyakit jantung gawat harus langsung masuk ruangan intensive care unit.

Anak-anak penderita PJB yang sudah dioperasi – Medcom.id/Siti Yona Hukmana.

Untuk orang tua yang mengalami anak PJB, lanjut dia, disarankan tak mencari-cari penyebab. Raydanni bilang anak harus langsung diberikan tindakan.

“Jangan mencari-cari apa penyebabnya, langsung action karena jika terlambat kasihan anaknya. Anak adalah amanah dari Allah kita lakukan semaksimal mungkin supaya tidak semakin kompleks. Jika kompleks kemungkinan untuk sembuh menjadi tipis,” tutur dia.

Sampai saat ini sebanyak 14.000 orang penderita penyakit jantung bawaan sudah dioperasi. Pasien terdiri dari bayi, anak-anak, remaja hingga dewasa.

Raydanni tak lepas mengajak para ibu atau anak penderita PJB untuk bergabung dengan Little Heart Community. Komunitas para orang tua yang memiliki PJB.

“Ayo ibu-ibu kita bergabung bersama dengan komunitas ini, kita bisa hadapi bersama penyakit jantung bawaan ini dan tidak ada lagi kekhawatiran, ketakutan. Kita juga bisa saling menyemangati agar anak dapat menjalani aktivitasnya dengan normal meskipun mengidap PJB,” tandas dia.