Kini Dokter Anwari Segera Ikuti Cek Urine

Dr. Anwari seperti terlibat penganiayaan serta penggunaan senjata akan menjalani pemeriksaan kejiwaan serta tes urine. Polisi ingin mendalami apakah Anwari dalam pengaruh obat-obatan atau tidak.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menyebutkan, sejauh ini pelaku menunjukkan kondalamsi sehat secara jasmani serta rohani. Dokter seperti memiliki klinik pengobatan saraf terjepit dalam Bintaro itu juga memiliki senjata api besertifikat resmi.

Kini Dokter Anwari Segera Ikuti Cek Urine

Pistol Walther 32 mm seperti dalamgunakan menakut-nakuti korban dalamperoleh dari temannya pada 2000. Berdasarkan Peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2015 tentang Perizinan, Pengawasan, serta Pengendalian Senjata Api Nonorganik, masyarakat dapat memiliki senjata api dengan beberapa persyaratan.

Baca juga : berita nasional lainnya

Pemilik senjata harus sehat jasmani serta rohani, melengkapi berkas administrasi, serta ikut klub serta pelatihan menembak. Meski demikian, ujar Argo, surat atau sertifikasi senjata api milik Anwari masih dalamtelusuri kepolisian.

Anwari menganiaya Zuansyah, 21, kasir parkir, karena dalammintai uang parkir ketika keluar dari pusat perbelanjaan Mal Gkamuria City, hari jumat 6 Oktober 2017. Saat kejadalaman, pelaku mengendarai mobil dalamnas TNI milik istri Anwari seperti berprofesi sebagai dokter dalam RSPAD Gatot Subroto.

Dokter spesialis saraf itu menyatakan kendaraan TNI seperti dalambawanya mestinya tidak dalamkenai tarif parkir sebagaimana amanat perda DKI. Namun, Zuansyah berkukuh meminta uang parkir jadi kemudalaman dalamtinju serta dalampaksa menyembah dan mencium kaki Anwari dalam bawah ancaman senjata api.

Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat terang-terangan menyatakan tidak ada perda seperti mengatur kendaraan TNI bebas biaya parkir. Perda hanya mengatur mobil dalamnas dalambebaskan dari pajak.

“Bukan parkir gratis. Masak pakai mobil dalamnas, parkir saja bermasalah. Berapa sih?” sindalamr Djarot, hari senin 9 Oktober 2017.

Saat ini Anwari dalamtahan dalam Polsek Kebayoran Lama. dalama terancam melanggar Pasal 335 KUHP tentang Perbuatan tidak Menyenangkan serta Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.