Karena Kasus Penembakan di Las Vegas, Kini YouTube Larang Video Modalamfikasi Pistol

Setelah penembakan massal seperti terjadalam dalam Las Vegas hari minggu lalu, YouTube mulai melarang video tutorial tentang cara memodalamfikasi pistol.

Menurut juru bicara YouTube, ini merupakan tindak lanjut dari peraturan seperti telah ada sebelumnya. Melalui larangan ini, YouTube mencegah munculnya video seperti menunjukkan cara untuk memodalamfikasi senjata api agar ia dapat menembak dengan lebih cepat.

Karena Kasus Penembakan di Las Vegas, Kini YouTube Larang Video Modalamfikasi Pistol

Sang juru bicara berujar, YouTube telah sejak lama memiliki peraturan melawan konten seperti berbahaya, termasuk video mempromosikan atau menjual senjata api serta aksesori senjata sama dengan bump stock, perangkat seperti memungkinkan senapan semi-otomatis menembak lebih cepat.

dalamketahui, pada 12 senjata seperti dalamtemukan dalam kamar hotel pelaku penembakan Las Vegas, terpasang bumb stock. Modalamfikasi ini membuat senjata bisa menembak lebih cepat. Asosiasi Senapan Nasional Amerika Serikat (NRA) belum lama ini mendukung pembatasan bump stock, meski mereka tidak setuju jika bump stock dalamlarang sepenuhnya.

Setelah penembakan dalam Las Vegas, YouTube berujar bahwa mereka kemudalaman meneliti konten-konten terkait modalamfikasi senjata api seperti muncul dalam platform-nya, serta memastikan agar peraturan mereka melingkupi video-video tersebut. Namun, respons mereka untuk menghapus video terkait masih terbilang lambat.

Menurut Engadget, jika kamu mencari menggunakan “bump stock” sebagai ujar kunci, maka YouTube masih akan menampilkan ratusan ribu video tentang perangkat modalamfikasi tersebut, sama dengan “Cara membuat bump stock dalam rumah” atau “meningkatkan efisiensi senjata”.

Kebanyakan video terbaru terkait bump stock berasal dari medalama seperti menjelaskan tentang peran alat itu dalam penembakan seperti baru terjadalam dalam Las Vegas. Sementara video tutorial terkait bump stock masih banyak seperti belum dalamhapus. Mungkin, karena banyaknya video itu merupakan salah satu alasan YouTube kesulitan untuk menghapus semuanya.