Calon Jemaah Umrah Wajib Diberangkatkan Maksimal 6 Bulan Sejak Pendaftaran

Kasus penipuan berkedok biro perjalanan umrah menjadi perhatian serius pemerintah. Setelah kasus First Travel, banyak biro umrah nakal lain yang kini tengah diawasi ketat oleh pemerintah.

Calon Jemaah Umrah Wajib Diberangkatkan Maksimal 6 Bulan Sejak Pendaftaran

Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama Arfi Hatim mengatakan pihaknya sudah menyiapkan formulasi khusus untuk memastikan jemaah calon umrah yang sudah mendaftar mendapatkan haknya untuk diberangkatkan.

“Pertama kami akan membatasi masa pendaftaran dan keberangkatan. Jemaah mendaftar sekarang maksimal 6 bulan lagi harus diberangkatkan,” kata Arfi, dalam Newsline, Jumat 5 Januari 2017.

Pembatasan masa pendaftaran hingga keberangkatan ini untuk menekan maraknya kasus penipuan berkedok perjalanan umrah. Tentu calon jemaah juga harus memastikan bahwa penyelenggara umrah yang dipilih sudah mengantongi izin dari pemerintah.

“Jadi tidak ada lagi jemaah daftar sekarang, setahun, dua tahun lagi baru berangkat. Kami tentu akan mengawasi lebih ketat lagi dalam hal ini,” tegasnya.

Arfi meminta penyelenggara umrah yang sudah memiliki izin dari pemerintah agar menggunakan uang yang disetorkan hanya untuk keperluan operasional calon jemaah.

Jika memang penyelenggara mendapat untung dari uang yang disetorkan jemaah, itu menjadi hak. Namun sebelumnya uang tersebut harus benar-benar digunakan untuk keperluan jemaah bukan untuk hal lain yang justru merugikan jemaah.

Pengawasan pun, kata Arfi, akan dilakukan pemerintah sejak awal hingga akhir. Ketika jemaah mendaftar ke penyelenggara umrah, pemerintah akan mendapatkan data keseluruhan mulai dari proses operasional keberangkatan dan sampai kepulangan.

“Kami akan merilis sistem pengawasan terpadu umrah dan haji khusus dan meminta masyarakat terlibat. Nanti jemaah yang sudah terdaftar di penyelenggara akan tahu proses dari keberangkatan hingga kepulangannya lagi,” jelasnya.

Ia menambahkan masyarakat juga bisa mengunduh aplikasi umrah cerdas melalui sistem android ponsel milik pemerintah untuk memastikan bahwa penyelenggara umrah yang ditunjuk sudah memiliki izin.

Dengan begitu, jika terdapat kejanggalan masyarakat akan lebih mudah melaporkannya kepada pemerintah dan mengetahui lebih awal apakah penyelenggara umrah yang ditunjuk bisa dipercaya atau tidak.