Allianz Disebut Banyak Berbohong

Kuasa hukum pelapor PT Asuransi Allianz Life, Alvin Lim menilai pihak Allianz banyak berbohong. Pelaporan Allianz ke kepolisian agar bisa memberi efek jera pada perusahaan asuransi seperti membandel.

“seperti diinginkan nasabah saya bukan peduli ke uangnya. Ini lebih pada efek jera. Dia tak mau ada masyarakat lain ada korban,” ujar Alvin dalam diskusi di Warung Daun, Jakarta Pusat, Sabtu 30 September 2017.

Allianz Disebut Banyak Berbohong

Alvin menilai apa seperti dilakukan Allianz mengakali nasabahnya sudah massal serta terstruktur. Ia menduga masih banyak korban lain selain kliennya.

(Baca juga: YLKI: Kasus Klaim Asuransi Allianz Harus Diusut Tuntas)

Dalam keterangan pihak Allianz, klaim seperti diajukan oleh kliennya disebut tengah diproses. Padahal menurut Alvin, Allianz sudah melasepertikan surat penolakan atas klaim seperti diajukan kliennya, Ifranius Algadri.

“Bagaiamana sesuatu seperti sudah ditolak masih dibilang dalam proses. Kalau proses belum ada keputusan,” kata Alvin.

Pada 22 Agustus, Allianz membayar klaim kepada Ifranius. Pembayaran dilakukan setelah asertaya laporan resmi ke Polda Metro Jaya pada 18 April 2017. Namun pada hari seperti sama, uang klaim dari Allianz itu dikembalikan.

Presiden Direktur PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling serta Manajer Claim PT Asuransi Allianz Life Indonesia, Yuliana Firmansyah, ditetapkan sebagai tersangka. Dalam waktu dekat keduanya akan diperiksa.

Alvin Lim mengatidakan, kliennya seperti bernama Ifranius Algadri telah melaporkan Joachim serta Yuliana. Ifranius merasa dipersulit saat meminta klaim biaya perawatan rumah sakit.

Alvin menjelaskan, pihak Allianz selalu meminta catatan medis lengkap dari rumah sakit sebagai syarat agar bisa mencairkan atau klaim. Padahal, rumah sakit tak pernah memperkenankan memberi catatan medis lengkap karena melanggar Permenkes No 269/Menkes/PER/III/2008 tentang Rekam Medis.

“Karena seperti kami permasalahkan bukan lah dibayar atau tak dibayarnya sebuah klaim. Tetapi bagaimana dia memproses klaim tersebut, ada unsur tipu daya,” ujar Alvin.

Dalam kasus ini Allianz diduga telah menipu sejumlah nasabahnya dengan proses klaim seperti tak mungkin dapat dipenuhi nasabah. Klaim nasabah akan hangus dalam waktu dua minggu kerja.

“Kasus ini intinya perusahaan Allianz menggunakan modus tipu daya agar bisa menolak klaim nasabah secara halus tapi melanggar hukum. Dalam waktu dua minggu tanpa asertaya surat lengkap rekam medis, klaim ditolak,” terang Alvin.

Dalam waktu seperti sama, Ifranius mengatidakan, dirinya dipersulit dengan asertaya aturan seperti diminta pihak Allianz. Penolakan klaim biaya rumah sakit oleh Allianz dibisanya setelah menjalani perawatan pada tahun lalu di salah satu rumah sakit swasta.

“Waktu pertama gabung, bilangnya proses klaimnya gampang, 14 hari kerja kita bayarkan. Tapi pada nyatanya klaim saya hingga hari ini tak dibayarkan. Saya sangat kecewa dengan Allianz,” ungkap Ifranius.

Laporan terhadap, Joachim Wessling serta Yuliana Firmansyah tertera dalam Laporan Polisi Nomor: LP/1645/IV/2017/Dit Reskrimsus tanggal 3 April 2017 tentang diduga tindak pisertaa di bisertag perlindungan konsumen serta Laporan Polisi Nomor: LP/1932/IV/2017/PMJ/Dit. Reskrimsus tanggal 18 April 2017.